Salam Pengetahuan

Footer Attribution (Do Not Edit This !)

Etika Guru Sebagai Peneliti

Etika Guru Sebagai Peneliti

Salam pengetahuan_ Ketika seorang guru melakukan penelitian tindakan kelas (PTK), ada hal-hal yan perlu dipegang guru sebagai etika seorang peneliti, yakni sebagai berikut:
  • Meminta kepada orang-orang, panitia, atau yang berwenang dalam memberikan persetujuan izin.
  • Ajaklah kawan-kawan sejawat terlibat dan berpartisipasi dalam penelitian tindakan kelas.
  • Terhadap teman sejawat yang tidak terlibat, perhatikan pendapat mereka.
  • Penelitian berlangsung terbuka dan transparan, saran-saran diperhatikan, dan kawan sejawat diperbolehkan mengajukan protes.
  • Catatan dan deskripsi kegiatan hendaknya relevan, akurat, dan adil.
  • Wawancara, pertemuan, atau tukar pendapat tertulis hendaknya memerhatikan pandangan lain, relevan, akurat, dan adil.
  • Rujukan langsung, rujukan observasi, rekaman, keputusan, kesimpulan, atau rekomendasi hendaknya mendapat izin atau otoritas kutipan.
  • Laporan disusun untuk kepentingan berbeda, seperti lembaga penelitian tempat kerja, untuk jurnal, media massa, orang tua murid, dan pihak-pihak lain yang terkait.
  • Semua mitra peneliti mengetahui dan menyetujui prinsip-prinsip kerja sebelum PTK berlangsung.
  • Hak melaporkan kegiatan dan hasil penelitian, apabila sudah disetujui oleh para mitra peneliti dan laporan tidak bersifat melecehkan siapapun yang terlibat, maka laporan tidak boleh diveto atau dilarang karena alasan kerahasiaannya (Kemmis dan Taggart dalam Hopkins 1993)
Itulah tadi etika guru sebaagi peneliti, semoga Anda menjadi peneliti yang sukses

Ciri-ciri Penelitian Tindakan Kelas (Umum dan Khusus)

Ciri-ciri Penelitian Tindakan Kelas (Umum dan Khusus)

Salam pengetahuan_ Ciri-ciri penelitian tindakan kelas (PTK) seperti judul di atas dapat dibedakan menjadi dua, yakni ciri-ciri umum dan ciri-ciri khusus.Ciri-ciri umum PTK adalah sebagai berikut (Cohen & Manion, 1980 dengan beberapa modifikasi)
  1. Situasional, kontekstual, berskala kecil, praktis, terlokalisasi dan secara langsung relevan dengan situasi nyata dalam dunia kerja. Ia berkenaan dengan diagnosis suatu masalah dalam konteks tertentu dan usaha untuk memecahkan masalah dalam konteks tersebut. Subjeknya bila siswa di dalam kelas, petatar di kelas penataran, mahasiswa dan dosen di ruang kuliah, dan lain sebagainya.
  2. Memberikan kerangka kerja yang teratur kepada pemecahan masalah praktis. Penelitian tindakan kelas juga bersifat empiris, artinya ia mengandalkan observasi nyata dan data perilaku.
  3. Fleksibel dan adaptif sehingga memungkinkan adanya perubahan selama masa percobaan dan pengabaian pengontrolan karena lebih menekankan sifat tanggap dan pengujicobaan serta pembaharuan di tempat kejadian pelaksanaan PTK.
  4. Partisipatori karena peneliti dan atau anggota tim peneliti sendiri ambil bagian secara langsung atau tidak langsung dalam melakukan PTK.
  5. Self-evaluation, yaitu modifikasi secara kontinu yang dievaluasi dalam situasi yang ada, yang tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran dengan cara tertentu.
  6. Perubahan dalam praktik didasari pengumpulan informasi atau data yang memberikan dorongan untuk terjadinya perubahan.
  7. Secara ilmiah kurang ketat karena kesahihan internal dan eksternalnya lemah meskipun diupayakan untuk dilakukan secara sistematis dan ilmiah.
Sementara itu, ciri-ciri khusus penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut (Whitehead, 2003)
  1. Dalam penelitian tindakan kelas ada komitmen pada peningkatan pendidikan. Komitmen tersebut memungkinkan setiap yang terlibat untuk memberikan andil yang berarti demi tercapainya peningkatan yang mereka sendiri dapat rasakan.
  2. Dalam penelitian tindakan kelas, ada maksud jelas untuk untuk melakukan intervensi ke dalam dan peningkatan pemahaman dan praktik seseorang, serta untuk menerima tanggung jawab dirinya sendiri.
  3. Pada penelitian tindakan kelas melekat tindakan yang berpengetahuan, berkomitmen dan bermaksud. Tindakan dalam PTK direncanakan berdasarkan hasil refleksi kritis terhadap praktik terkait berdasarkan nilai-nilai yang diyakini kebenarannya. Tindakan dalam PTK juga dilakukan atas dasar komitmen kuat dan keyakinan bahwa situasi dapat diubah kea rah perbaikan.
  4. Dalam penelitian tindakan kelas dilakukan pemantauan sistematik untuk menghasilkan data atau informasi yang valid. Mengingat hasil penting PTK adalah pemahaman yang lebih baik terhadap praktik dan pemahaman tentang bagaimana perbaikan ini telah terjadi, pengumpulan data harus sistematis sehingga peneliti dapat mengetahui arah perbaikan dan juga dalam hal apa pembelajaran telah terjadi.
  5. Penelitian tindakan kelas melibatkan deskripsi autentik tentang tindakan. Deskripsi di sini bukan penjelasan melainkan rangkaian cerita tentang kegiatan yang telah terjadi dan biasanya dalam bentuk laporan.
  6. Perlunya validasi, dalam hal ini melibatkan: (1). Pembuatan pernyataan; (2). Pemeriksaan kritis terhadap pernyataan lewat pencocokan dengan bukti; (3). Pelibatan pihak lain dalam validasi. Validasi terjadi dalam beberapa tingkatan, yakni: (1). Validasi diri, yaitu penjelasan yang diberikan peneliti tentang praktik atau kegiatan yang telah dilaksanakan; (2). Validasi sejawat, yaitu pemeriksaan kritis terhadap bukti oleh teman sejawat, sehingga dapat dihindari penyampuradukan deskripsi dengan penjelasan, data dengan bukti dan menyediakan kompensasi bagi kelemahan karena kurang lengkapnya catatan; dan (3). Validasi public, yaitu upaya meyakinkan public tentang kebenaran klaim peneliti.
Itulah tadi cirri-ciri umum dan khusus penelitian tindakan kelas, semoga bermanfaat

Pengertian Penelitian Tindakan menurut Para Ahli

Pengertian Penelitian Tindakan menurut Para Ahli

Salam pengetahuan_ Salah satu penelitian tindakan (action research) adalah PTK. Penelitian tindakan memiliki ruang lingkup yang lebih luas dari PTK/penelitian tindakan kelas (action research classroom) karena objek penelitian tindakan tidak hanya terbatas di dalam kelas, tetapi bisa di luar kelas. Ada beberapa pengertian penelitian tindakan menurut para ahli, sebagai berikut.
  • Kurt Lewin: penelitian tindakan adalah suatu rangkaian langkah yang terdiri atas empat tahap, yakni perencanaan, tindakan, pengamatan, dan rekreasi.
  • Kemmis dan Mc. Taggart: penelitian tindakan adalah suatu bentuk self-inquiry kolektif yang dilakukan oleh para partisipan di dalam situasi sosial untuk meningkatkan rasionalitas dan keadilan dari praktik sosial atau pendidikan yang mereka lakukan, serta mempertinggi pemahaman mereka terhadap praktik dan situasi di mana praktik itu dilaksanakan.
  • Ebbut (1985) dalam Hopkins (1993): penelitian tindakan adalah kajian sitematik dari upaya perbaikan pelaksanaan praktik pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran, berdasarka refleksi mereka mengenai hasil dari tindakan-tindakan tersebut.
  • Elliot (1991): penelitian tindakan sebagai sebuah kajian dari sebuah situasi sosial dengan kemungkinan tindakan untuk memperbaiki kualitas situasi sosial tersebut.
  • Carl & Kemmis, 1986 dalam Burns, (1999): penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksif diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial mereka serta pemahaman mereka terhadap praktik-praktik mereka dan terhadap situasi tempat praktik-praktik tersebut dilaksanakan.
  • Hasley, 1972 dalam Cohen & Manion, (1994): penelitian tindakan adalah intervensi skala kecil dalam memfungsikan dunia nyata dan pemeriksaan cermat terhadap efek dari intervensi tersebut.
  • Bogdan & Biklen, 1982 dalam Burns, (1999): penelitian tindakan merupakan pengumpulan informasi yang sitematis yang dirancang untuk menghasilkan perubahan sosial.
  • Wallace, 1998 dalam Burns, 1999: penelitian tindakan dilakukan dengan mengumpulkan data atau informasi secara sistematis tentang praktik keseharian dan menganalisisnya untuk dapat membuat keputusan-keputusan tentang praktik yang seharusnya dilakukan di masa mendatang.
  • Burns (1999): penelitian tindakan adalah penerapan penemuan fakta pada pemecahan masalah dalam situasi sosial dengan pandangan untuk meningkatkan kualitas tindakan yang dilakukan di dalamnya, yang melibatkan kolaborasi dan kerja sama para peneliti, praktisi, dan orang awam.
  • Reason & Breadbury (2001): penelitian tindakan adalah proses partisipatori, demokratis yang berkenaan dengan pengembangan pengetahuan praktis untuk mencapai tujuan-tujuan mulian manusia, berdasarkan pandangan dunia partisipatori yang muncul pada momentum hsitori sekarang ini. Ia berusaha memadukan tindakan dengan refleksi, teori dengan praktik, dengan menyertakan pihak-pihak lain, usaha menemukan solusi praktis terhadap persoalan-persoalan yang menyesakkan, dan lebih umum lagi demi pengembangan individu-individu bersama komunitasnya.
Semoga bermanfaat!

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK), serta Tujuan, Jenis, dan Hasilnya

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK), serta Tujuan, Jenis, dan Hasilnya

Salam pengetahuan_ Penelitian tindakan kelas atau PTK (classroom action research) adalah suatu penelitian tindakan (action research) yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti di kelas nya atau bersama-sama dengan orang lain (kolaborasi) dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu (kualitas) tertentu dalam satu siklus. Fokus PTK pada siswa atau proses belajar mengajar (PBM) yang terjadi di kelas. Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di kelas dan meningkatkan kegiatan nyata guru dalam kegiatan pengembangan profesinya.

Dalam penelitian tindakan kelas ini, ada 3 konsep, yaitu:
  1. Penelitian adalah aktivitas mencermati suatu objek tertentu melalui metodologi ilmiah dengan mengumpulkan data-data dan dianalisis untuk menyelesaikan suatu masalah.
  2. Tindakan adalah suatu aktivitas yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang berbentuk siklus kegiatan dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu atau kualitas proses belajar mengajar.
  3. Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru.
Penelitian tindakan kelas termasuk penelitian kualitatif meskipun data yang dikumpulkan bisa bersifat kuantitatif, di mana uraiannya bersifat deskriptif dalam bentuk kata-kata, peneliti merupakan instrument utama dalam pengumpulan data (baca: Etika guru sebagai peneliti), proses sama pentingnya dengan produk. Perhatian peneliti diarahkan pada pemahaman bagaimana berlangsungnya suatu kejadian atau efek dari suatu tindakan.

Penelitian tindakan kelas harus dilakukan di kelas yang sehari-hari diajar, bukan kelas yang diajar oleh guru lain meskipun masih dalam satu sekolah. Hal ini disebabkan PTK adalah suatu penelitian yang berbasis pada kelas. Penelitian dapat dilakukan secara mandiri, tetapi alangkah baiknya kalau dilakukan secara kolaboratif, baik dengan teman sejawat, kepala sekolah, pengawas, widyaiswara, dosen dan pihak lain yang relevan dengan PTK.

Hasil PTK dapat digunakan untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar (PBM) sesuai dengan kondisi atau karakteristik sekolah, siswa, dan guru. Melalui PTK guru dapat mengembangkan model-model mengajar yang bervariasi, pengelolaan kelas yang dinamis dan kondusif, serta penggunaan media dan sumber belajar yang tepat dan memadai.

Dengan penerapan hasil PTK secara berkesinambungan diharapkan PBM di sekolah (kelas) tidak kering dan membosankan, malahan menjadi menyenangkan siswa. Atau dengan istilah yang lebih popular adalah PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan).

Semoga bermanfaat

Paradoks Kembar Postulat Relativitas Khusus, Wow Orang Kembar tapi beda umur

Paradoks Kembar Postulat Relativitas Khusus, Wow Orang Kembar tapi beda umur

Salam pengetahuan_ Sekarang kita berada dalam posisi untuk mengerti efek postulat relativistik yang terkenal yang disebut paradoks kembar. Paradoks ini berkaitan dengan dua lonceng identik, yang satu ditinggal di bumi, sedangkan yang lain di bawa ikut dalam perjalanan ke ruang angkasa dengan kelajuan v, kemudian di kembalikan ke bumi. Biasanya loncengnya diganti dengan sepasang orang kembar A (pria) dan B (wanita); suatu penggantian yang boleh dilakukan, karena proses kehidupan – detik jantung, respirasi, dan sebagainya – merupakan lonceng biologis yang keteraturannya baik.

Si kembar A pergi ke luar angkasa ketika berumur 20 tahun dan mengembara dengan kelajuan v = 0,8 c (c adalah kelajuan cahaya sebesar 300.000.000 m/s) ke suatu bintang berjarak 20 tahun-cahaya, kemudian ia kembali ke bumi (satu tahun-cahaya sama dengan jarak yang ditempuh cahaya selama satu tahun dalam ruang hampa. Jarak itu sama dengan 9,46 x 1015 m). Terhadap saudara kembar wanitanya B yang berada di bumi, A kelihatannya hidup lebih lambat selama perjalanan itu, kelajuannya hanya
Ö1-(v2-c2) = Ö1- ((0,8c)2/c2) = 0,60 = 60 persen
dari B. Untuk setiap tarikan napas yang diambil A, B mengambil 1 2/3 kali; untuk setiap suap A makan, B makan 1 2/3; untuk setiap hal A berpikir, B berpikir 1 2/3 nya. Akhirnya, setelah 50 tahun berlalu kerika roket kembali ke bumi, sedangkan A berumur 70 tahun – hasil yang sebaliknya dari yang kita simpulkan di atas.

Paradoks kembar telah menimbulkan kebingungan yang lebih banyak daripada hasil relativitas khusus lainnya, walaupun demikian hasil tersebut sama konsistennya dengan postulat relativitas. Supaya kita puas, marilah kita bayangkan masing-masing orang kembar itu mengirimi sinyal radio satu kali setiap tahun selama perjalanan tersebut, sehingga mereka dapat menurut proses bertambah tuanya masing-masing. 

Dalam perjalanan ke bintang, A dan B terpisah dengan kelajuan v=0,8c, dan dengan pertolongan penalaran yang dipakai untuk menganalisa efek Doppler  kita dapatkan bahwa masing-masing menerima sinyal T = t0Ö(1+v/c)(1-v/c) = 3 tahun periodenya, karena t0 = 1 tahun. Dalam perjalanan pulang, A dan B saling mendekati dengan kelajuan yang sama, dan masing-masing menerima sinyal lebih sering, yaitu T = t0Ö(1-v/c)(1+v/c) = 1/3 tahun periodenya.

Ribet bangets ya, hehe… (sebenarnya penjelasan teoritis masih panjang, baca buku: konsep fisika modern pengarang Arthur Beiser)

Intinya nih kawan-kawan bahwa jika orang yang pergi ke ruang angkasa mengendarai sesuatu (roket/pesawat) dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka dia akan mengalami waktu yang lebih singkat di banding yang kita rasakan di bumi, so jika ada 2 orang kembar A dan B maka A yang kembali setelah 50 tahun berpetualang akan bertemu B dan usia A lebih muda dari pada B.

Kawan-kawan percaya??? saya pun belum bisa membuktikan dalam fakta, namun menurut teori makan ia, dan selanjutnya tergantung kawan :D. sekian (siapa tahu mau ke luar angkasa dan membuktikan, hehe)

Semoga bermanfaat

Perbedaan Arus AC dan Arus DC (Arus Bolak-balik dan Arus Searah)

Perbedaan Arus AC dan Arus DC (Arus Bolak-balik dan Arus Searah)

Salam pengetahuan_ jika hp atau smartphone Anda baterinya sedang low maka akan Anda akan menchargernya. Tahukah Anda bahwa ada bagian charger yang merubah arus AC dari PLN ke menjadi arus DC yang beroperasi di smarphone Anda. Lalu apa perbedaan arus AC dan Arus DC?. Perbedaan Arus AC (Alternating current) atau arus bolak-balik dan Arus DC (Dirrect current) atau arus searah adalah dapat dilihat dari perbandingan karakteristik  energi yang dibawa, penyebab dari arah aliran elektron, frekuensi, arah, arus, aliran elektron, asalnya, parameter pasif, faktor daya, jenis, dan contoh-contohnya. Berikut kami sajikan selengkapnya:

Energi yang dibawa
Arus AC                : Aman untuk memindahkan energi dalam jarak yang jauh dan memberikan lebih banyak energi
Arus DC                : Tidak dapat memindahkan energi yang jauh, karena akan kehilangan energi

Penyebab dan Arah
Arus AC                : Magnet yang berputar di sepanjang kawat
Arus DC                : Magnet yang stabil di sepanjang kawat

Frekuensi
Arus AC                : 50-60 Hz, berbeda pada setiap Negara
Arus DC                : 0

Arah
Arus AC                : Berbalik arah ketika mengalir dalam rangkaian
Arus DC                : Tetap

Aliran Elektron
Arus AC                : Bergantian maju dan mundur
Arus DC                : Terus maju

Dapat diperoleh dari
Arus AC                : Generator arus bolak-balik
Arus DC                : Baterai

Parameter
Arus AC                : Impedansi
Arus DC                : Hambatan

Faktor Daya
Arus AC                : Antara 0 dan 1
Arus DC                : Selalu 1

Jenis
Arus AC                : Sinusoidal, trapesium, segitiga, segiempat
Arus DC                : Murni dan bergetar

Contoh-contohnya
Arus AC                : Motor listrik, pompa air, compressor, hair dryer, vacuum cleaner, solder listrik, mesin jahit, lampu penerangan rumah, proyetor
Arus DC                : HP/ smartphone, laptop, NB, tablet, senter listrik, motor DC, remote control, multimeter digital, multimeter analog, lampu led, mainan anak-anak, walky talky.

Semoga bermanfaat.

Guru, Maafkan Aku Muridmu

Guru, Maafkan Aku Muridmu

Salam pengetahuan, Ide saya untuk menulis artikel yang berjudul Guru, maafkan aku muridmu ini berawal dari percakapan Bapak saya yang menyinggung tentang hal tesebut. Bapak saya sangat termotivasi menceritakannya maka saya menulis Artikel yang berkaitan.

Gambar di atas bisa Sobat lihat beberapa Anak-anak dihukum dijemur oleh Gurunya karena tidak mengerjakan pr.

Apakah Sobat setuju dengan cara tersebut? Atau tidak?

Sobat pembaca, tidak semua murid itu sama, mereka berbeda. Masing-masing punya karakter dan potensi yang berbeda-beda, di situlah Kuasa Allah SWT. Mereka ada yang pintar ada juga yang tidak pintar, ada yang cepat menyerap pengetahuan ada yang lalot (lambat loading), mereka ada yang penurut ada juga yang membangkang, ada yang rajin mengerjakan tugas ada yang selalu memberi alasan, kenapa? Sekali lagi mereka semua punya keunikan masing-masing dan setiap dari mereka punya potensi masing-masing, sekali lagi itulah Kuasa Allah SWT.

Cerita:
Ada seorang Anak yang sangat pandai. Ia rajin mengerjakan tugas dan ranking. Maka Guru-guru menyanjungnya dan selalu yakin ia akan sukses ke depannya. Maka ia selalu diperhatikan dan diperlakukan baik.
(Ada orang bilang murid yang paling di kenal Guru adalah yang paling pintar dan paling nakal). Maka, berikutnya ini ada seorang Anak yang tidak pintar dilihat dari tugasnya yang selalu buruk, sikapnya selalu tidak menurut dan tidak mempunyai prestasi apa-apa. Kasihan, dia di cap anak nakal, tidak diperhatikan dan diyakini tidak akan bisa sukses atau sederhana saja kedepan nya. Kenakalannya sudah sangat keterlaluan dan Guru-guru jengkel kepadanya.

Apa pendapat Sobat pembaca?

Di sinilah judul artikel saya yang ingin mengungkapkan bahwa Guru, maafkanlah muridmu. Aku adalah muridmu, siapa lagi yang akan membimbing diriku. Ingat setiap Anak punya potensi meski sekarang dia terlihat banyak kekurangan. Ingatlah Thomas Alva Edison dia hanya 3 bulan sekolah sebelum di keluarkan karena membuat kekacauan, diangga murid yang tertinggal dan tidak berbakat. Nyatanya sekarang ini kita mengenalnya sebagai Ilmuan besar penemu bolam lampu yang bermanfaat bagi banyak mahluk.

Anak yang nakal, berbuat salah perlu dimaafkan dan dinasehati. Anak yang sulit belajar perlu dibantu mencari cara belajar yang efektif untuk mereka. Anak yang memberontak dan melawan perlu di dekati bukan malah dijauhi. Seorang Guru adalah Pembimbing bagi mereka.

Guru harus memilki pemahaman:
1. Menyadari setiap anak berbeda
Seorang peneliti bernama Dr. Howard Gardner mengatakan ada 8 kecerdasan majemuk, diantaranya kecerdasan logic matematic, musikal, spasial, interpersonal, intrapersonal, naturalis, visual spasial, dan kinetis. Apakah mereka lahir membawa 2 atau 3 diantara kecerdasan tersebut tetapi ada yang lebih dominan diantaranya.

Dari hal ini kita bisa mengambil contoh kalau ada Anak pintar matematika dan ada yang tidak pintar matematika. Kita tidak bisa mengatakan dia bodoh, tapi barangkali dia pintar musik atau kinetik. Karena seringkali kita beranggapan kalau Anak yang pintar adalah yang pintar matematika, helloooo.. apakah semua Anak yang sekolah akan menjadi ahli matematika ? Diantara mereka akan ada yang menjadi penari, musisi, pelukis, dsb. Oleh karena itu sudut pandang kita terhadap Anak didik harus bijak.

2. Tetap harus menegur jika salah
Memaafkan adalah hal mulya, namun kita tetap harus menegur jika mereka salah. Hal ini tujuannya agar mereka tahu bahwa apa yang telah dilakukannya adalah hal yang salah. Menegur dengan baik, tentu saya yakin Sobat pembaca sudah mengetahuinya.

3. Memberikan Saran
Selanjutnya adalah, kita tidak hanya menegur saja tetapi juga memberikan saran. Setelah mereka tahu yang mereka lakukan salah mereka juga berhak tahu hal benar apa yang seharusnya dilakukan. Inilah proses Anak belajar menjadi lebih baik, dan Guru adalah yang membimbing proses tersebut.

4. Menunjukkan kasih sayang
Seorang Anak bila diberi kasih sayang mereka akan termotivasi. Kasih sayang berupa perhatian seperti disapa, dibantu, diajak ngobrol/cerita, di ajak petualangan dsb. tentu senang :D. Hubungan Guru dan murid akan terjalin dengan baik, maka seperti efek domino ini akan mempengaruhi semua proses yang berkaitan antara Guru dan Murid seperti Belajar jadi lebih mudah di Kelas, Pr akan serius di kerjakan, murid termotivasi punya impian baik, murid menurut saran dan pelajaran Guru dsb. Sungguh bahagia Guru tersebut.

Itulah hal-hal yang bisa menjadi masukan.

Akhirnya di akhir tulisan ini saya mau mengatakan:

Jika Anda seorang Guru dan punya murid nakal, ketahuilah dia perlu bimbingan Anda.

Jika Anda adalah murid yang nakal, ketahuilah bahwa Anda sebenarnya punya potensi yang belum Anda ketahui dan temukan, maka carilah. Bersama Guru Anda akan lebih cepat menemukannya.

Sekian, semoga bermanfaat dan sampai jumpa.
Copyright © Salam Pengetahuan. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design