Peradaban muncul dari interaksi atau kerjasama antar anggota masyarakat dengan kemampuan berpikir dan berkarya serta keinginannya untuk terus belajar berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya.
Peradaban di daerah
aliran sungai
Air adalah kebutuhan dasar manusia. Di daerah subur mata air biasanya berkumpul berbagai suku bangsa manusia. Dengan air, manusia dapat bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Dengan berkumpulnya manusia terjadilah interaksi antarsesama mereka. Dari interaksi itu timbul adat istiadat, norma, dan kebudayaan yang pada akhirnya akan melahirkan peradaban.
Air adalah kebutuhan dasar manusia. Di daerah subur mata air biasanya berkumpul berbagai suku bangsa manusia. Dengan air, manusia dapat bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Dengan berkumpulnya manusia terjadilah interaksi antarsesama mereka. Dari interaksi itu timbul adat istiadat, norma, dan kebudayaan yang pada akhirnya akan melahirkan peradaban.
Sejarah telah mencatat, kebudayaan atau peradaban zaman dahulu terletak di daerah-daerah aliran sungai besar seperti sungai Nil, sungai Eufrat dan Tigris, serta sungai Amazon. Di Indonesia sungai Musi merupakan gerbang masuk ke kerajaan Sriwijaya dan sungai Bengawan Solo sebagai pintu gerbang kerajaan Majapahit.
Di aliran sungai-sungai tersebutlah manusia melakukan berbagai aktifitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Aliran sungai Nil menjadi tempat lahirnya peradaban Mesir kuno, Aliran sungai Eufrat dan Tigris sebagai tempat lahirnya peradaban Mesopotamia dan sungai Amazon tempat lahirnya kebudayaan Indian sebelah selatan benua Amerika. Di Cina, aliran sungai Mekong melahirkan berbagai kebudayaan Cina yang dapat kita lihat hingga saat ini.
Ada juga kebudayaan atau peradaban yang lahir dari pertemuan suku bangsa yang bertemu karena adanya interaksi perdagangan. Seperti peradaban Yunani yang merupakan pertemuan antara pedagang laut Kaspia dan penduduk setempat yang berprofesi sebagai petani. Atau penduduk Romawi yang merupakan keturunan pedagang dari laut Kaspia, Funicia dan Yunani.
Selain itu, keterbatasan sumber daya alam menjadikan masyarakat lebih kreatif. Seperti Jepang, dengan minimnya sumber daya alam menjadikan bangsanya memeras otak lebih keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Good
ReplyDelete