B . Evaluasi
Kemampuan
Setelah
masalah dan tujuan dirumuskan dengan jelas, barulah dilakukan penilaian
terhadap kemampuan pelaksanaannya. Kemampuan ini menyangkut antara lain:
kemampuan pelaksanaan serta timnya, alat dan perlengkapannya, dana, dan waktu
yang tersedia. Antara kemampuan dan tujuan yang ingin dicapai harus sesuai.
Bila tidak sesuai, kemampuannya harus ditingkatkan atau tujuannya harus ditinjau
kembali. Sebagai contoh, untuk berbagai penelitian maka orang cenderung untuk
memperoleh data serinci mungkin.
Data rinci
pada umumnya dapat disadap dari citra berskala besar. Untuk daerah luas maka
penelitian dengan citra menjadi lama dan mahal. Kemampuan dana dan kemampuan
lainnya sering tidak menopang maksud ini. Oleh karena itu penelitian pada
daerah luas terpaksa dilakukan dengan citra yang skalanya lebih kecil, dengan
akibat menurunnya data yang diperoleh.
C .
Pemilihan Cara Kerja
Agar dapat
dilakukan pemilihan cara kerja yang baik, perlu diketahui tentang perencanaan
penggunaan lahan dan fungsinya. Perencanaan penggunaan lahan merupakan
perencanaan untuk alokasi kegiatan atas daerah lahan untuk kepentingan manusia.
Tugas perencanaan penggunaan lahan meliputi tiga rangkaian kegiatan yaitu:
- Memperkirakan kebutuhan akan barang dan jasa untuk saat medatang.
- Memperkirakan ketersediaan lahan untuk menghasilkan barang dan jasa yang meliputi luas lahan, lokasi, kualitas, dan kesesuaiannya.
- Mengevaluasi, melaksanakan, dan memantau pengelolaan alternatif dan strategi pengawasannya.
Untuk dapat
melaksanakan ketiga tugas perencanaan penggunaan lahan tersebut, masih
diperlukan data tambahan, yakni penggunaan teknik penginderaan jauh. Dalam hal
ini, apakah akan menggunakan/memilih cara konvensional (terrestrial) atau teknik penginderaan jauh.
Cara
konvensional hanya dapat dilaksanakan dengan baik apabila tersedia peta dasar
yang andal kecermatannya. Tanpa peta dasar seperti ini, hasilnya tidak akan
memadai untuk perencanaan penggunaan lahan. Peta dasar termaksud pada umumnya
langka bagi Negara berkembang. Untuk menyiapkan peta dasarnya saja, diperlukan
waktu sekitar 30 tahun bila dikerjakan secara terrestrial. Tidak ada jalan lain
kecuali memilih teknik penginderaan jauh, baik untuk menyiapkan peta dasarnya,
baik untuk inventarisasi penggunaan lahannya. Dengan teknik penginderaan jauh,
biaya dan waktu pelaksanaannya dapat diperkecil.
Dengan
dikembangkannya satelit sumber daya bumi yaitu Landsat, di mana satu lembar
citra yang menggambarkan daerah seluas 34.000 km dapat dibuat dalam waktu 25
detik. Tiap hari dapat dibuat 885 lembar citra oleh Landsat-5. Citra tersebut
sering diperbesar menjadi 1:1.000.000; 1:500.000; atau 1:250.000. Bila
dikehendaki, peta penggunaan lahan lingkup dunia yang berskala 1:1.000.000
dapat dibuat dengan relatif cepat. Apa yang semula tidak mungkin atau
digambarkan dengan ambisi besar, kemudian dimungkinkan dengan dikembangkannya
teknik penginderaan jauh ini.
SELANJUTNYA
…
1 . Metode Penginderaan
Jauh pada Lingkungan: Perumusan Masalah dan Tujuan (Bagian ke-1)
2 . Metode
Penginderaan Jauh pada Lingkungan: Evaluasi Kemampuan dan Pemilihan Cara Kerja
(Bagian ke-2)
3 . Metode
Penginderaan Jauh pada Lingkungan: Tahap Persiapan (Bagian ke-3)
4. Metode Penginderaan Jauh pada Lingkungan : Interpretasi Data dan Penyajian (Bagian ke-4)
4. Metode Penginderaan Jauh pada Lingkungan : Interpretasi Data dan Penyajian (Bagian ke-4)

Comments
Post a Comment